#PekanbaruMemilih2017, Kuy Gunakan Hak Suara Kamu, Ladies!

jkffj

Sebentar lagi kota Pekanbaru bersama beberapa kota/kabupaten lainnya di seluruh Indonesia akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, tepatnya pada 15 Februari 2017 mendatang. Untuk di Provinsi Riau, selain kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar juga ikut dalam pilkada serentak untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati untuk lima tahun ke depan.

Ternyata, tingkat partisipasi perempuan dalam memilih pemimpin itu masih rendah. Padahal lebih dari setengah dari daftar pemilih tetap (DPT) untuk kota Pekanbaru itu adalah perempuan. Meski berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, tingkat partisipasi perempuan lebih tinggi dari pemilih laki-laki. Tetapi, mereka memilih  disebabkan karena ada “sesuatu”, bukan karena adanya kesadaran berpolitik. Kebanyakan yang aktif memilih itu adalah perempuan yang pendidikannya SMA ke bawah.  Karena faktor ketidaktahuan ditunjang dengan lemahnya ekonomi, membuat mereka memilih karena uang, sembako, dan sebagainya, bukan karena mengetahui siapa yang berkualitas. Sebaliknya, perempuan yang berpendidikan tinggi memilih golput dengan alasan calon pemimpin itu tidak ada yang sesuai dengan kriterianya. Mereka memilih diam dan bersikap acuh seolah tak mau ambil bagian.

img_7527

Padahal kesadaran berpolitik bagi perempuan itu penting. Mengapa? Karena perempuan punya power yang sangat besar. Perempuan juga punya hak untuk mempengaruhi kebijakan publik yang pro perempuan. Ada hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik yang dibutuhkan oleh perempuan dan hanya dimengerti oleh perempuan. Untuk itulah perlu adanya sosok perempuan yang berkualitas untuk berada di posisi  strategis pembuat kebijakan.

Tetapi faktanya, proporsi perempuan pada jabatan struktural masih sangat rendah. Seharusnya angka yang dapat mempengaruhi kebijakan public (critical mass) itu 30-40 persen. Selama ini perempuan di legislative hanya memenuhi kuota saja. Jarang yang memang karena panggilan jiwa.

“Perempuan harus berada di jantung politik dan pemerintahan, baru kemudian bisa buat perubahan.” Kata Afni Zulkifli, seorang Praktisi dan Konsultan Media.

IMG_7529.JPG

Ada 3 faktor rendahnya partisipasi perempuan dalam pemilu,

  1. Rendahnya pendidikan politik dan pendidikan pemilu
  2. Tidak ada pelatihan dan penguatan keterampilan politik perempuan
  3. Kurangnya kesadaran perempuan untuk aktif dan terlibat di dalam kegiatan politik seperti lembaga legislative dan partai politik, (diambil dari materi sosialisasi).

Untuk itulah KPU Kota Pekanbaru mengadakan Sosialisasi Pemilih Perempuan Dalam Rangka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Tahun 2017 pada Rabu, 18 JAnuari 2017 di kantor KPUD jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Pada sosialisasi tersebut, KPU Pekanbaru mengundang para bloggers dan netizen. Sosialisasi ini dirasa penting karena salah satu kelompok strategis sasarannya adalah kelompok perempuan. Para bloggers dan netizen yang aktif bersuara di berbagai sosial media yang ada diharapkan mampu menjadi pioneer untuk merangkul dan mengajak para perempuan untuk ikut memilih pada Februari nanti. Informasi yang disampaikan oleh penggiat sosial media ini bisa memberikan pengetahuan dan kesadaran berpolitik untuk perempuan lainnya agar mampu menentukan pilihan dengan cerdas, bukan karena ada “hal lain”.

Karena jika sudah banyak perempuan yang mendapat pendidikan politik, ditambah lagi dengan proses digitalisasi yang gencar-gencarnya jaman sekarang, akan menghasilkan partisipasi public yang nanti akan mempengaruhi kebijakan publik. Dunia digital bisa menjadi lat perjuangan untuk menyuarakan aspirasi kta sebagai perempuan. Itu cara yang bijak penggunaan media sosial agar lebih bermanfaat.

Jadi, mari jadi perempuan yang bijak dan cerdas dalam menggunakan sosial media. Berbagi informasi penting tertutama pendidikan politik bagi teman-teman maya khususnya perempuan agar perempuan Indonesia menjadi tangguh dan menjadi penggerak perubahan. Perubahan baru akan terjadi jika pemimpin yang dipilih adalah orang yang berkualitas.

img_7530

Oleh sebab itu, mari gunakan hak suaramu dalam pilkada serentak tanggal 15 Februari 2017 nanti. Jangan sia-siakan kesempatan kita untuk membuat perubahan. Jika kita belum bisa masuk dalam formula pengambil kebijakan public, setidaknya dengan datang ke TPS nanti juga merupakan salah satu bagian perubahan. Kita, perempuan, punya kesamaan hak dalam kehidupan bernegara dan kehidupan berpolitik!

Ingat! Rabu, 15 Februari 2017, masyarakat Pekanbaru akan memilih wali kota dan wakil wali kota untuk periode 2017-2022. Jangan sampai golput, ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s