Kongkow Ngobrolin “I Will Survive”

Menutup bulan Juli, Kongkow Ngobrolin ngebahas buku I Will Survive, karya orang Pekanbaru loh. Waah keren kan? Siapakah penulisnya?

Ialah mbak Oci, yang udah  nulis 10 buku dan 11 antologi, waah ketjeh banget. Dan Buku I Will Survive ini adalah buku yang ditulis bersama Riawani Elyta, penulis dari Tanjung Pinang yang udah nulis banyak buku juga.

Buku I Will Survive ini bergenre non-fiksi, berisi informasi bagaimana menghadapi masalah dalam hidup. Bukannya kita sebagai manusia emang selalu hidup penuh masalah? Nah, di buku ini mengajak “yuk berteman dengan masalah!” Lah ini gimana ceritanya? 😀

Yoi, kita gak musti menganggap masalah itu musuh terbesar, coba mensugestikan pikiran untuk bisa menerima bahkan mungkin mensyukuri masalah yang ada. Karena dengan adanya ujian, jika bisa kita hadapi yah artinya kita naik kelas. Terutama buat remaja yang lagi dalam proses pencarian jati diri, suka galau banget pasti. Ntar dapet masalah sedikit, nganggap hidup gak adil. Putus sama pacar mewek, bilang Tuhan gak pernah tidur, pasti Tuhan bakal balas, ato bilang roda kehidupan berputar, eh malah jadi salah fokus..

Proses penulisan buku ini pastinya penuh tantangan juga. Apalagi ini kan bukunya ditulis dua penulis yang pastinya punya pemikiran beda serta gaya penulisan yang bertolak belakang. Genre tulisan kedua penulis ini beda loh, mbak Oci lebih ke non-fiksi, sedangkan Mbak Ria itu nulis fiksi. Tetapi ternyata gak sesulit dan seribet yang dipikirin. Toh, akhrnya buku ini terbit kan?

Apa yang penting dalam menulis adalah niat. Yap, niat adalah modal utama bagi seseorang sebelum memulai untuk menulis suatu buku atau naskah. Jangan terlalu cepat berpikir menjadi tenar atau dapat fee yang banyak, itu cuma bonus kok. Karena dengan niat yang lurus ingin berbagi ilmu yang bermanfaat dengan menulis jauh lebih mendapatkan kebahagiaan bagi si penulis sendiri tentunya. Apalagi melihat banyak orang yang merasa suka dan “tertolong” dengan adanya buku kita, I’m sure that its gonna be unforgettable moment in life.

Selain niat, seorang penulis harus banyak baca. Gimana mau berbagi ilmu dengan orang lain jika ilmu yang dimiliki gak seberapa? Banyak baca itu mutlak bangetlah. Yang terakhir mulailah menulis. Lah, kalo niat oke, referensi banyak, tapi kalo gak mulai-mulai nulisnya, gimana ceritanya coba? Gak usah pikir banyak, udah nulis aja hehe…

Yuk, mari menulis! Jangan banyak pikir, jangan ditunda-tunda, langsung tulis apa yang ingin kamu bagi sebelum ide itu kabur menghilang entah kemana. Sip?

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Kongkow Ngobrolin “I Will Survive”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s