Nasehat dari Sesepuh untuk Penulis Pemula

Sabtu lalu mungkin menjadi hari ter-zonk yang aku alamin. Pasti tanya kenapa. Aku gak mau bahas kenapanya, sih, kali ini. Bukan itu fokusnya 😀 boleh saja kami “unlucky” banget, tapi ada sesuatu yang lain yang juga asyik, kok. Eits, tunggu. “Kami”? iya, Sabtu itu bukan hanya The Unlucky Saturday buat aku, tapi juga dua orang ‘sepuh’ ku di komunitas Kongkow Nulis, Bang Ebi dan Bang Kamal.

Nah, mungkin kalo bukan karena sial, Sabtu kemaren gak bakal jadi seseru itu. Iya, dibawa seru jadi versi kita-kita aja. Cerita-cerita pengalaman, masa lalu, dan masa depan, Lha. Hehehe di dunia menulis yah.

Oh iya, aku mau kenalin dulu. Bang Ebi itu dia founder Kongkow Nulisnya. Dan Bang Kamal adalah novelis “senior” di Kongkow. Eaaaak. Iya, habisnya dia udah nelurin beberapa novel, hehe

Nah, waktu itu aku berkesempatan cerita banyak hal sama kedua orang ini. Banyak banget pengetahuan dan hal baru yang aku dapet. Dan salah satunya yang mau aku bagi. Nasehat dari Sesepuh Kongkow Nulis buat kita-kita yang masih pemula dalam dunia tulis menulis. Cekidot!

  1. Perbanyak latihan. Dengannya, akan menjadikan kita terbiasa untuk menulis. Memperbanyak latihan sangat diperlukan bagi seorang penulis, karena dengan itulah kita bisa menemukan gaya dan “nyawa” dari tulisan kita. Gak mungkin tulisan kita langsung bagus dan ngalir gitu aja tanpa dilatih. Bisa aja, sih, seseorang emang udah punya bakat yang luar biasa dalam menulis. Tapi, tanpa latihan, tulisannya yah gitu-gitu aja, gak punya jiwa dan ciri khas.
  2. Tulislah sesuatu dimulai dari yang kita sukai. Nah, ini penting untuk diingat, yah. Bang Kamal bilang, “ketika kita menulis sesuatu yang kita sukai, maka kita akan bersemangat untuk menyelesaikannya”. Jika kamu ahli dalam urusan cinta, mungkin bisa buat cerpen kasus-kasus cinta yang sering terjadi dikalangan remaja, atau hal-hal lain yang berhubungan.
  3. Teruslah berkarya. Yap, meski kadang tulisan kita dicela sama temen, pembaca yang komen di blog/media sosial lain, dan atau di kritik, jangan malah buat kita jadi down dan berhenti berkarya. Hello, bukankah dalam hidup ini selalu ada yang pro dan kontra? Gak mungkin semua orang bisa suka dengan karya kita. Dan ingat! Gak mungkin juga semua orang nyela bahkan mencacinya, bukan? Bang Kamal juga cerita, kalo naskah dia pernah dikatain sampahlah, gak mutu lah, dan blab la blab la. Hasilnya? Toh beliau udah berhasil nerbitin 4 novel! Keren!
  4. Mintalah kritikan yang membangun dari orang-orang terdekat. Agar tulisan kita makin bagus, maka perlu adanya kritikan dan saran dari teman atau saudara. Setelah menulis, perlihatkan tulisan tersebut pada beberapa orang teman. Kritikan itu diperlukan, agar kita bisa tau dimana letak kekurangan dari tulisan tersebut. karena tulisan yang ditulis itu untuk dibaca dan dinikmati oleh orang lain, bukan? Maka dari itu, kita bisa nilai kira-kira bagaimana tulisan kita nanti dimata publik berdasarkan komentar teman-teman yang dimintai kritikannya.
  5. Dan yang terakhir, mainkanlah kreativitas kita sebagai seorang penulis. Sudah begitu banyak cerita yang ada, mungkin saja ide tulisan yang hendak kita tulis sudah terlebih dahulu ditulis oleh orang lain. Untuk mengakali agar cerita kita gak monoton dan gak seperti yang sudah dipasarkan, maka disinilah peran seorang penulis menunjukkan kekuatan tulisannya, salah satunya dengan memainkan sudut pandang. Ambillah cerita tersebut dari sudut pandang yang tak disangka-sangka oleh pembaca. Hal itu akan meningkatkan nilai tulisan kita.

Aku cuma ingat itu aja. Lupa hehe. Atau mungkin cuma itu aja kali yah? Baiklah, lima kayaknya lebih baik. Pancasila aja cuma lima. Lha, apa hubungannya? 😀

Oke, lima hal diatas bisa menjadi jimat yang harus selalu diingat, yah, Gaes. Ntar saat ada yang ngomen tulisan kita jelek jangan diambil hati. Jadikan itu motivasi. Berterima kasihlah kepada mereka, karena tanpa mereka mungkin tulisan kita bakal gitu-gitu aja.

Well, makasih ya Bang Ebi dan Bang Kamal yang udah ngasih banyak masukan. Semoga aku dan para pembaca yang budiman bisa menerbitkan suatu karya yang bisa diterima banyak orang. Dan ngarepnya bisa National Best Seller atau bahkan Internatioal Best Seller. Waw! Berharap gapapa kan yah? Haha Oke baiklah, gak usah memikirkan itu. Tulis aja dulu. Itu mah bonus, ya gak??

Yuk, Menulis!

Advertisements

2 thoughts on “Nasehat dari Sesepuh untuk Penulis Pemula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s