JS: Tersungkur di Ujian Pertama, Yeay!

Wawancara tanpa riset itu seperti masuk ke kandang singa. Buas, lapar, dan tanpa ampun akan mengoyak musuh. Mencabik, mengigit, dan semakin bersemangat menyerang terlebih ketika si musuh lemah. GAWAT!

Begitulah kira-kira gambaran ketika kamu hendak mewawancara narasumber tapi kamu tidak mencari tahu terlebih dahulu serta menggali lebih dalam mengenai narasumber itu sendiri maupun tentang topik yang hendak kamu bicarakan dengan narasumber tersebut. Kamu sama saja menjatuhkan diri ke dalam jurang dengan disaksikan oleh banyak orang, MEMALUKAN.

Itulah yang aku alami Jumat kemaren. Moment memalukan yang gak bakalan aku lupain dalam perjalanan karir ke depan, ehehe. Iya, aku yang pengen banget berkarir didunia tulis-menulis dihadapkan dengan ujian mini pertama ketika menjalankan tugas liputan untuk tabloid kampus. Hendak wawancara dengan petinggi perpustakaan tapi tanpa riset dan penelitian terdahulu, berakhir ricuh. Ehehe enggak, berakhir memalukan. Aku seakan gak punya muka lagi, coy! Harga diri gue lenyap seketika. Dipermalukan tanpa ampun.

Meski sudah lebih kurang setahun terakhir menjadi kru magang di tabloid tersebut, dan mendapat liputan dengan orang-orang penting kampus, baru kali inilah ujian datang menghampiri. Padahal sudah mempersiapkan daftar pertanyaan yang hendak ditembakkan ke narasumber, eh malah aku yang kena semprot. Aku kalah telak, tanpa balas. Sial.

Tapi tentu banyak sekali pelajaran yang aku ambil dari cobaan ini. Pertama, jangan masuk kandang singa, apalagi kalo dia lagi laper. Kedua, jangan dekat-dekat jurang, apalagi terjun, ntar teman-teman seperjuangan sedih, hiks. Hehe becanda. Bukan itulah.

Dengan ujian ini aku bakal lebih baik lagi, tidak mengulang dikesalahan yang sama. Aku akan lebih serius dan mempelajari tugas liputan itu dengan matang sehingga ketika aku menguasai topik tersebut, diskusi dan wawancara dengan narasumber menjadi lebih cair, mengalir, leluasa, nyaman, dan yang penting gak diremehkan dan dipermainkan oleh narasumber.

Bersyukur juga diberi cobaan seperti ini. Itu artinya aku bisa naik kelas. Yeay! Dan ada cerita lucu untuk diwariskan, yang akan disampaikan kepada orang banyak agar bisa mengambil pelajaran. Meski hingga sekarang malunya belum kunjung hilang, tapi setidaknya besok, besok, besok, dan besoknya lagi ini akan jadi cerita lucu yang menginspirasi, haha.

Gracias!

Foto by: http://magadanpravda.ru/article/74753/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s