Diary 1: Tuhan… Akhiri Ke-jomblo-an Ini!

Beberapa hari yang lalu, gue dan Nana kebetulan pindahan. Bukan, bukan pindahan rumah. Lebih tepatnya pindah kosan. Maklum, anak kuliahan yang merantau jauh terus kalo akhir bulan makannya mie instan, eh gak penting. Oke, bagian itu di Skip aja.

Kami sih selalu mendeklarasikan diri sebagai wanita perkasa. Wanita sejati bisa melakukan apa saja, tapi pria sejati tak akan membiarkan wanitanya melakukan itu. Eaaaaaakk, jones ya gitu.

Mengapa cewek perkasa? Yah lo bayangin aja, saking perkasanya kami bisa ngangkut lemari dari rumah kakak gue ke kost cuma berdua, naik motor pula. Ya iyalah, wong jaraknya cuma sejengkal. Enggak dong, jaraknya 10 km. Ini gue serius, gak main-main. Dan masih banyak prestasi-prestasi dibidang angkut mengangkut lainnya yang kami raih.

Oke, balik kecerita kami pindahan kost. Karena udah gak betah di kost lama dan pengen memecahkan record dibidang spesialisasi kami (ngangkut barang), maka kami memutuskan untuk pindah. Dengan mengandalkan motor, pekerjaan ringan itu kami jalankan lagi. Sekedar info aja sih, ini bukan pindahan kali pertama, sebelumnya kami pindah kost dan tanpa dibantu oleh pihak manapun.

Sumpah, sore itu gue gatau mau naruh muka dimana. Kalo sebelumnya gue selow aja, karena pindahannya pagi dan waktu itu masih masa liburan. Lah ini, udahlah pindahannya sore, terus rame lagi. Ya ampun ntar kalo cogan (cowok ganteng) liatin gue dan nginget muka gue bisa-bisa gue bakal jadi JA, jomblo abadi. Iiihhh horror!

Oke, dengan semangat yang membara dan berapi-api, kami mengangkut satu persatu barang-barang. Awal-awalnya biasa aja, soalnya masih barang yang kecil-kecil. Nah, tiba giliran ngangkut kasur, lemari, guling, sapu, ember, dan tong sampah, inilah bagian yang paling menyulitkan dalam hidup gue. Lu tau, semua mata tertuju padamu, kayak Miss Indonesia gitu. Tapi mereka semua liatin lu dengan tatapan nanar. Huuuuaaaah!

“Mesti yah tatapan mereka gitu?” Tanya gue dari belakang sambil megangin barang seabrek.

“Kita kayaknya lebih hina dari cabe-cabean, Tik.” Jawab Nana sambil terus nyetir mobil, eh motor, Ding. “Coba lu liat, orang-orang yang fokus gak sempat mikirin kehadiran kita, tapi yang merhatiin itu orang yang gak punya kerjaan.”

Iya juga sih. Ada yang lagi main bola di lapangan di pinggir jalannya. Ada juga yang cuma nongki doang. Ada yang latihan drama, dan seterusnya. Jalanan rame. Mereka yang lagi sibuk mana peduli dengan keperkasaan kami. Yang suka merhatiin orang lewat itu yah mereka yang gak punya kerjaan. Apalagi jomblo, duh mereka paling duluan. Haha INI KECUALI GUE!

Tiba-tiba ada cowok di belakang motor kami. Bukan cobis alias cowok biasa, untungnya.

“Pindahan yah, Mbak?” Tanya si cobis.

Gue dengan ekspresi datar cuma jawab “iya.” Ya iyalah pindahan. Kalo enggak ngapain lagi coba kurang kerjaan banget gue ngangkut-ngangkut ini barang.

“Kenapa gak malam aja, Mbak?”

“Lagi pengennya yah sekarang, Mas.”

Dalam keadaan yang kayak gini, bisa gak ini orang gak nanya-nanya. Bantuin kek. Tambah ngeselin dengan statement yang dia keluarkan. Maksudnya apa? Kenapa mesti nunggu malem kalo gue maunya sekarang. Yang ngangkut barang gue, kost-kostan gue, hidup hidup gue kenapa dia sewot? Ah, gue sensi kan. Tenang, tenang… .

Untung gak perlu gue maki itu cowok. Dengan sadar diri dia pergi meninggalkan kami dengan semua problema ini, eaaaakkk.

“Emang kenapa dengan malam, Tik?” Nana dengan polos bertanya hal ini.

“Na, itu ngeledek kita loh.”

“Maksudnya?” Nana makin sok polos.

Gue narik napas dalam. “Kalo kita ngangkut barangnya malem, otomatis akan sedikit lebih sepi. Atau seengggaknya muka kita gak diliat orang karena gelap.” Gue menjelaskan.

“kan ada lampu.”

“iya, tapi setidaknya muka kita gak terlalu tersorot seperti sekarang.” Gue melihat sekeliling, dimana mata-mata manusia tertuju pada kami.

Tuhan… akhiri kejombloan ini, Eh!

***

foto: http://www.ficcionalmentereal.com/2014/08/tem-alguem-de-volta.html

Advertisements

3 thoughts on “Diary 1: Tuhan… Akhiri Ke-jomblo-an Ini!

  1. hahaha… jadi ingat jaman dulu. pindahan cuma ngandelin motor. cewek2 pula yg angkut. persis ky ini deh. dan memang, hrs tebal muka krn diliatin.
    aku jg termasuk yg perkasa (duluuuu). apa2 sendiri, beli gas sendiri, beli air galon jg sendiri, ke pasar jg, manjat2 ganti lampu jg. sampe ada yg ngeledek “kamu ga butuh laki2”. eh bukan ga butuh, tp krn ga ada huhu.

    1. Wkwkwkw ternyta nyangkut di spam semua komen mbak Em.
      Iya mbak, aku tuh perkasa bangetlah. Sampe temen2 di kampus aja kaget pas aku bilang udah pindah kos sana sini. Hahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s