Late Post : Ayah, You’re Our Hero..

Kali ini saya ingin bercerita tentang sosok Ayah, karena kebetulan beberapa hari yang lalu adalah Hari Ayah Nasional. Tanggal 12 nopember di setiap tahunnya diperingati sebagai hari ayah nasional. Meski tidak sepopuler Hari Ibu, namun bagi saya keduanya sama-sama istimewa sehingga tulisan ini berhasil saya posting. Mungkin ini merupakan postingan yang telat, tapi kata orang mah lebih baik telat daripada tidak sama sekali hehe ngelesss

kasih-sayang-ayah

Entah mengapa terkadang seorang ayah seperti tak dianggap perannya oleh sang anak. Mereka terlihat lebih menghargai Ibu dengan sepenuh hati dibandingkan Ayah. Itu disebabkan karena Ibundalah yang mengasuh dan merawat kita dalam proses perkembangan kehidupan kita.

Padahal pernahkah kita berfikir bahwa begitu besarnya peran dan tanggung jawab seorang Ayah?

Beliau rela bercucuran keringat tak kenal haus dan lapar hanya demi beberapa lembar uang untuk kita? Beliau rela melewatkan perkembangan anaknya karena sibuk diluar demi kepetingan keluarganya. Tapi malah sikap acuh yang kita balas.

Ayah adalah sosok yang istimewa dalam hidup saya. Meski terkadang perannya tertutupi oleh peran Ibunda. Memang dalam hadits dikatakan bahwa kita harus memuliakan ibu tiga kali baru kemudian ayah. Namun itu bukan berarti kita boleh berlaku semena-mena terhadap beliau.

Ayah adalah sosok super hero versi keluarga kami. Ayah rela melakukan pekerjaan apapun agar kami bisa menikmati indahnya hidup. Bahkan beberapa tahun terakhir, karena pekerjaannya kami berpisah dan hanya sekali dua minggu ketemu.

Padahal, diusianya yang tak muda lagi, aku tau dan sangat sadar bahwa seharusnya beliau ingin berkumpul dengan keluarga tercinta. menghabiskan waktu dengan bermain bersama cucu-cucunya, ingin mengetahui proses pertumbuhan yang dulu sempat dilewati saat kami masih kecil. Tapi mau dikata apa, jika tanpa beliau aku tak tau harus menggantungkan harapan kepada siapa lagi.

Setiap kali aku menatap wajah ayah, guratan lelah dan capek begitu jelas.  Namun kata itu tak pernah keluar dari mulutnya bahkan tak pernah terlintas dalam benaknya. Itu semua demi siapa? Demi anak-anaknya.

Ayah, dengarlah  bahwa kami tak akan pernah lupa semua apa yang sudah Kau lakukan. Ketika kami salah Kau ajarkan kami tentang kebenaran meski terkadang caramu yang agak keras. Tapi itulah sosok dirimu. Engkau keras bukan karena kau benci dan muak pada kami, tak lain adalah karena kau sangat saying kepada kami. Disaat kami menyakiti hatimu, kau hanya diam karena kami tau kau tak pernah mau kami melihat tetesan air matamu.

Ayah….

Izinkan kami berbakti kepadamu. Izinkan kami membahagiakanmu dengan melihat kami sukses. Sukses meraih apa yang kami cita-citakan. Izinkan kami mengukir senyuman indah diwajahmu.

Ayah… Kau adalah pemilik cinta yang sesungguhnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s