KEBERPIHAKAN MEDIA TIDAK MENCERDASKAN

 

Awal Juli Ini merupakan pekan terpanas. Pesta demokrasi tinggal hitungan hari. Pendukung kedua kubu kandidat presiden dan wakilnya semakin hari semakin memanas. Dan yang paling memprilukan ialah ikut sertanya media dalam pencitraan kedua pasangan.

Menyedihkan memang. Ketika sarana yang diharapkan publik menjadi sumber informasi yang akurat, ternyata malah mengemas berita dengan semua kebohongan. Pencitraan demi pencitraan di tampilkan untuk meraup suara. Dan itu semua mengatas-namakan “Rakyat”!. 

Kehidupan media massa di Indonesia menjadi lebih memprihantinkan dengan adanya kecenderungan praktik politicization of media. Hasrat besar untuk mendapatkan kekuasaan politik telah menjadikan media massa tidak lagi sebagai institusi ekonomi dan bisnis, tetapi melebar menjadi institusi politik.

Jelas ini sangat menggelitik dan menjijikkan. Para pemburu berita bahkan melanggar prinsip dasar jurnalisme, kebenaran dan loyalitas kepada masyarakat. Sungguh tak habis fikir. Seakan-akan kepentingan pemilik yang merupakan seorang praktisi partai politik menjadi rating. Siapa sebenarnya yang diuntungkan? Para elit atau rakyat?

Dalam perkembangannya, di mana media massa tela bergerak sebagai industry yang terkadang hanya berorientasi mencari keuntungan, esensi berita menjadi tidak penting lagi. Lalu inikah yang disebut informasi publik?

Ketika kampanye hitam merajalela, ketika isu SARA menggema dimana-mana, lalu kepada siapa publik akan percaya jika pemberitaan hanya tentang kebohongan? Publik hanya berharap kemurnian informasi yang nantinya akan menuntun mereka, nomor 1 atau 2.

Lantas bagaimana nasib bangsa ini kedepan jika para pemilik suara dibodohi dan ditipu mentah-mentah seperti saat ini? Siapa yang harus dipercaya rakyat? Rakyat seakan tak bisa membedakan mana yang harus dipercaya.

Yang jelas pilpres tanggal 9 Juli nanti bukan sekedar menentukan siapa presiden kita dan siapa pemimpin kita, tetapi akan menentukan nasib kita lima tahun yang akan datang. Maka, jangan mudah terpengaruh dengan pemberitaan. Selektiflah dalam memilih. Karena kekuasaan yang hakiki berada di tangan kita, Rakyat Indonesia! 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s